Nagari Dalam Harapan Dan Kecemasan (Suatu aspirasi tentang Pelaksanaan UU No. 6/2014 Tentang Desa)

Main Article Content

Yasril Yunus

Abstract

Undang-Undang (UU) No. 6 Tahun 2014 tentang Desa tidak hanya menimbulkan komentar positif yaitu undang-undang ini sarat dengan pengakuan budaya adat setempat, tetapi juga muncul komentar negatif yaitu UU ini merupakan ikut campur pemerintah terhadap masyarakat arus bawah beserta potensi yang dimilikinya. Penelitian ini merupakan kajian teoretis melalui metode studi kepustakaan. Hasilnya, jika dibandingkan UU No. 6/ 2014 dengan peraturan tentang Desa di masa lalu yaitu UU No. 5 Tahun 1979, UU Ini banyak memiliki harapan diantaranya pengakuan terhadap hak asal usul (rekognisi), pengakuan dan penghormatan keberagamannya dikembalikan aset nagari, melestarikan dan memajukan adat. Namun disatu sisi ada kecemasan yakni masa jabatan yang tergolong lama dari Wali Nagari/Kepala Desa dan kewenangan terhadap desa yang luas akan melahirkan “raja-raja kecil”, Bamus tak memiliki fungsi pengawasan terhadap akuntabilitas kepala desa, mengurangi chek and balance system yang pada akhirnya membuka peluang korupsi di desa disebabkan sumber daya aparatur yang minim, pemerintah seringkali berselingkuh dengan pemerintah daerah untuk saling menutupi berbagai kelemahan pertanggungjawaban. Sehingga sampai saat ini sejak 2015 Pemda beserta DPRD belum mampu menetapkan Perda tentang Nagari


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
YUNUS, Yasril. Nagari Dalam Harapan Dan Kecemasan. Jurnal Teori dan Riset Administrasi Publik, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 142-154, may 2018. ISSN 2579-3195. Available at: <http://jtrap.ppj.unp.ac.id/index.php/J-TRAP/article/view/31>. Date accessed: 16 july 2018. doi: https://doi.org/10.24036/j-trap.v1i2.31.
Section
Articles